Posted on

KULIAH KERJA (AGAK) NYATA

Udah lama banget ya kayanya ga nulis di blog ini, kayanya baru kemarin gue login di wordpress, eh gataunya udah sebulanan lebih. Yah, time is running faster. Bener banget.

Eniweiii, sekarang gue lagi seneng karena gue udah kembali ke Jakarta, kota kelahiran gue. Kemarin selama sebulan gue harus KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sebuah desa terpencil di daerah kabupaten Tangerang. Tapi disana gue mendapatkan sesuatu yang gue ga pernah dapet di Jakarta, mulai dari pengalaman hidup, teman baru dan juga kembang desa. #eh

Disana gue banyak belajar tentang bagaimana cara bersosialisasi yang baik dengan warga sekitar dan bagaimana cara PDKT yang baik dengan kembang desa sekitar. Hehe

Gue juga disana banyak menemukan kejadian dan hal aneh yang ga pernah gue temuin di Jakarta, dan ini adalah beberapa hal aneh yang gue alami disana:

1. Keadaan Masyarakat

Pertama kali, gue pikir orang-orang di desa KKN gue masih pada hidup di goa-goa, makan dari hasil berburu, menggambar di tembok-tembok goa, berteman dengan dinosaurus dan memakai pakaian dari daun. Dan kalo gue kesana naik motor gue akan di anggap sebagai dewa mereka. Tapi setelah gue sampai sana ternyata mereka lebih maju dari pada yang gue bayangin. Mereka pake skinny jeans, jam tangan, pake behel, behel batik lagi. Anak-anak SD disana belajarnya fisika quantum. Ibu-ibu disana kalo ngaji ngebahas pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan. Dan gue malah menduga jangan-jangan warung-warung disana juga menjual reksadana. Keren!

2. Makanan

Di desa KKN gue ada makanan yang enak banget, gue baru pertama kali makan ini. Sebuah konsep makanan yang memadukan antara cita rasa eropa dan amerika, gaul abiss! Mereka biasa menamai makanan ini dengan sebutan “Bala-Bala Jengkol”. Pertama kali gue melihat makanan ini hati gue bergetar, tiba-tiba gue melihat secercah cahaya yang membisikkan gue sebuah kata, “Makanlah!”. Entah apa yang membuat jengkol-jengkol ini seolah memanggil mata hati gue untuk kembali menjamah dirinya. Dan gue selalu berharap bahwa penemu bala-bala jengkol wajib masuk surga. Karena enak banget men!

Ada satu lagi makanan asli desa ini, namanya gegetas. Pertama kali gue melihat kue ini gue merasa senang, akhirnya gue nemu makanan buat manusia juga. Tapi ketika gue makan, gue mulai menyadari bahwa, mungkin beginilah cara mereka menghukum para pecundang. Gila, keras bangeeet men! Gue menduga jangan-jangan kue ini dulunya di buat khusus untuk narapidana dengan hukuman berat. Yah, pasti.

3. Cita-cita

Image

yang pake sarung sok manis gitu ya -__-

Selama disana gue dapet sesi untuk memotivasi anak-anak SD. Sebagai motivator yang juga butuh di motivasi, gue langsung menanyakan apa cita-cita mereka kelak. Dan dari mulut manis mereka gue mendengar beberapa cita-cita hebat yang ingin mereka capai. Ada yang udah besar nanti ingin jadi awan, ada yang mau jadi raket, kapal dan ada juga yang bercita-cita ingin jadi pemain Smack Down. Gila, keren abis! Mulia sekali anak-anak ini.

4. Bahasa Baru

Selain menemukan banyak kembang desa baru, disana gue juga banyak menemukan bahasa baru. Kosa kata masyarakat desa sana ternyata begitu beragam. Misalkan aja gue menemukan kata “Embung”. Pertama kali denger, gue pikir embung adalah keadaan dimana lo terlalu banyak minum air. Tapi ternyata engga men, embung itu disana artinya “Tidak mau”. Dan kata embung ini selalu gue gunakan ketika gue dapet jadwal nyuci piring.

Terus gue disana juga nemu kata “Jasa”. Emang ga ada yang aneh dengan kata ini, sampe suatu hari ketika gue mau makan dan gue ambil nasinya agak banyakan, tiba-tiba ada anak kecil yang bialng ke gue “Ih, kaka nasinya banyak jasa”. Hah, apa coba maksudnya? Bagaimana mungkin gue yang cuma tinggal makan dan sama sekali ga nyuci piring di bilang banyak jasa? Apa jasa gue? Akhirnya setelah solat malam dan banyak meminta petunjuk, gue mendapatkan penerangan tentang arti jasa yang sebenarnya. Ternyata jasa di sana artinya “Banget”. Sial, kampret jasa!

5. Cara Kami Bertahan Hidup

Gue pikir uang gue cukup untuk hidup sebulan disana, ternyata engga. Dan parahnya mesin ATM disana hanyalah bagian dari omong kosong. Tidak ada ATM sejauh mata memandang. Dalam keadaan lapar yang semakin liar, gue dan temen-temen gue menemukan cara bertahan hidup di habitat kita yang baru ini.

Di sana kalo ada orang meninggal akan di sholatin jenazahnya (yaiyalah!), tapi enaknya abis nyolatin lo akan di kasih amplop kecil yang isinya uang. Ya isinya cukuplah buat makan sehari.

Terus malemnya lo juga akan di undang tahlilan sama warga sekitar. Dan setelah lo duduk sebentar dan bilang “AMIN” pas doa, lo akan di kasih amplop lagi dan sebungkus makanan. Keren ya! Tapi ya gitu, gue jadi bingung harus sedih apa senang kalo ada orang meninggal disana. Kasian juga sih keluarganya. T.T

6. Hal-hal keren

Disana sebelum gue pulang ke jakarta, gue di kasih tau tentang tempat hiburan malam disana. Sebagai anak yang agak gaul, gue tidak mau melewatkan kesempatan ini. Akhirnya dengan penuh kesucian gue dateng kesana ke sebuah tempat yang mereka sebut prom night. Setelah sampe sana gue kaget, kenapa di tempat prom night ada yang jual cimol sama VCD? Dan kenapa juga di prom night ada tempat buat mandi bola? -___- Ternyata setelah gue pahami prom night disana adalah sejenis pasar malem di jakarta. Keren!

Gue juga merasakan momen keren sekaligus absurd ketika gue bersepeda disana. Ketika gue bersepeda tiba-tiba gue menabrak dengan liar seekor kambing warga sekitar. Bukannya kambing yang jatoh, malah gue yang jatoh. Lalu kemudian kambing itu pergi meninggalkan gue tanpa belas kasih. Mungkin ini yang disebut kasus tabrak lari. Gue yang nabrak, dan dia yang lari.

Tapi apapun yang terjadi gue sangat berterima kasih kepada desa KKN dan kelompok KKN gue yang telah memberikan banyak great experience, gue mulai merindukan saat-saat menyenangkan selama disana. Semoga kita bertemu lagi nanti di gerbang pintu kesuksesan kita masing-masing.

Advertisements

About bausorga

@fikri_soeyono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s