Posted on

Jatuh Cinta Itu…

Terkadang gue bingung, bagaimana detail yang di alami seseorang hingga bisa merasakan jatuh cinta. Bagaimana alam semesta mengatur semua ini, mempertemukan dua orang yang bahkan tidak saling kenal hingga akhirnya bisa saling menemukan. Bagaimana sebuah katalisator mempercepat pertemuan dua orang yang tepat untuk bisa saling mencintai.

Well, gue pikir cinta adalah penerapan sederhana dari hukum III Newton, Yaitu timbal balik antara aksi dan reaksi. Setiap orang yang tulus mempersembahkan cintanya kepada orang lain, akan menimbulkan sebuah gaya yang besar, yang nantinya bereaksi  dengan gaya lain dalam satuan yang sama. Mungkin ini yang di sebut dengan cinta yang berbalas.

Lebih jauh lagi gue menganalogikan cinta itu seperti gaya coulomb. Semakin dekat jarak yang memisahkan seseorang dengan belahan jiwanya, maka semakin besar pula muatan cinta di antara mereka.

Tapi tidak semua perasaan cinta bisa di gambarkan dalam persamaan fisika dasar. Gue menganggap bahwa perasaan orang yang tidak berbalas cintanya adalah hal yang paling sulit untuk di jabarkan. Kata seorang penulis, di tolak cinta itu kaya orang mau beli barang yang dia inginkan, tapi uangnya tidak cukup. Yah, Exactly.

Orang yang cintanya tidak berbalas pada akhirnya hanya bisa menahan hatinya. Orang yang cintanya tidak berbalas pada akhirnya sadar bahwa dia belum pantas untuk orang yang sebenarnya dia inginkan. Orang yang cintanya tidak berbalas pada akhirnya tahu bahwa terkadang yang dia inginkan bukanlah yang dia sesungguhnya butuhkan. Dan sesungguhnya yang dia butuhkan hanyalah merelakan.

Menurut gue jatuh cinta pada dasarnya sama kaya parkir mobil di mall. Terkadang kita udah nemu tempat yang cocok, tapi sayang udah ada yang nempatin.

Dan jatuh cinta sama kamu itu kaya naik ke sebuah gedung, terus dipaksa lompat dari lantai yang paling tinggi. Jatuh cinta sama kamu itu kaya naik kereta ke tempat yang jauh, tapi di turunin di tengah jalan. Jatuh cinta sama kamu itu lebih dari sekedar menitipkan hati ke orang yang salah. Dan jatuh cinta sama kamu itu pada akhirnya hanyalah perjalanan menuju kekecewaan. Yah, actually you’re the remorse that forces to keep in mind. Oh, sial!

Mungkin inilah alasan kenapa dinamakan jatuh cinta. Kebanyakan orang terbang terlalu tinggi, kemudian jatuh terlalu keras. Karena terkadang, cinta datang dari mata turun ke hati, kemudian jatuh dari air mata.

Yah, sepertinya kita harus membiasakan hati ini untuk belajar, belajar memahami bahwa terkadang cinta tidak seperti apa yang di inginkan, terkadang cinta hanyalah retorika yang di salah artikan dengan penuh percaya diri, terkadang cinta hanyalah perasaan semu yang kita terlalu puja-puja, dan terkadang yang perlu kita lakukan hanyalah jatuh cinta pada orang yang tepat di waktu yang tepat.

Advertisements

About bausorga

@fikri_soeyono

One response to “Jatuh Cinta Itu…

  1. Dian Cemunguuud ⋅

    kalo jatuh cinta menurut prinsip ekonomi syariah gmana kakak…. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s